Saya pun ingin berkata kasar kepada pemerintah. Ini memang program bukan berorentasi pada kesehatan tapi pada keuntungan semata. Karena kalau kita pikir secara logika hari libur sekolah program tetap di paksakan berjalan padahal indonesia lagi ada bencara di aceh dan sumatra kenapa di stop sementara selama hari libur lalu anggarannya di alihkan ke korban bencana.
...
Jelas dari awal ini program bukan untuk mengejar kesehatan para siswa, namun lebih kepada program bagi-bagi kue dari pemerintah, kenapa bisa begitu? lihat aja yayasan yg memegang SPPG itu mayoritas dimiliki siapa, terus para vendor juga beli bahan di tengkulak yg otomatis meningkatkan harga bahan pangan di level bawah, dan lebih sialnya kebanyakan petinggi program MBG itu adalah jajaran TNI dan Polisi, cuman beberapa orang saja yg berlatar belakang kesehatan. Jadi gak ada yg mau diharapkan dari program ini selain daripada buang-buang anggaran buat hal yg seharusnya tidak begitu urgent.
Ya mau bijimane lagi om karena ini mungkin sudah ada deal2an dari awal (sebelum terpilih), pasti kan ada janji2 yang harus ditepati. Kasarannya adalah "kami bantu kamu untuk menang, tapi nanti saat sudah menjabat, kamu harus balik bantu kami". Makanya mau dikritik bagaimanapun juga, mau ada kasus apapun juga, program ini akan terus berlanjut karena masih ada hutang yang harus dibayar. Seperti yang selalu saya bilang, program ini boleh2 saja berlanjut tapi alangkah lebih baiknya jika difokuskan ke yang benar2 membutuhkan saja khususnya didaerah 3T.